2 Hal yang Tak Boleh Di konsumsi Pada Saat Maag Kambuh

Share on facebook
Share on pinterest
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Tabiat seseorang terkadang ingin memakan segala sesuatu dari makanan atau minuman yang dikiranya enak. Padahal tak semua makanan atau minuman yang enak itu baik untuk kondisi-kondisi tertentu atau saat maag kambuh. Nah pada kesempatan ini kita akan membahas terkait hal tersebut.

Pertama Meminum Teh Panas

Peppermint memang biasanya dikonsumsi sebagai permen penyegar nafas. Menariknya, ternyata peppermint memiliki efek antipasmodik yang bisa menjadi obat alami untuk meredam masalah perut, seperti mual, muntah, gangguan pencernaan, dan maag.

Atas dasar itulah, minum secangkir teh peppermint setelah makan bisa membantu menenangkan perut yang bermasalah. Akan tetapi, ada hal yang penting untuk diingat sebelum Anda menyeruput secangkir teh peppermint.

Meski peppermint disebut-sebut bisa meredakan gangguan pencernaan, tapi Anda tidak dianjurkan mengonsumsi peppermint jika masalah tersebut disebabkan oleh refluks asam. Ini karena peppermint dapat mengendurkan sfringter atau katup pada bagian bawah kerongkongan.

Alhasil, asam lambung bisa dengan mudah naik ke kerongkongan atau maag kambuh, yang kemudian semakin menimbulkan nyeri dada (heartburn). Singkatnya, konsumsi peppermint tidak jauh berbeda seperti konsumsi baking soda sebagai obat herbal untuk memulihkan asam lambung.

Peppermint juga tidak dianjurkan bagi Anda yang memiliki kenaikan asam lambung karena penyakit GERD.

Meminum Larutan Cuka Apel untuk

Keampuhan cuka apel sebagai obat alami untuk mengatasi maag, kenaikan asam lambung, maupun gangguan pencernaan lainnya kerap menjadi pertanyaan. Sayangnya, sampai saat ini belum ada penelitian yang benar-benar mendukung manfaat cuka apel untuk mengatasi maag dan berbagai masalah pencernaan tersebut.

Bukan hanya itu, sejauh ini pun penelitian belum dapat menjelaskan lebih lanjut mengenai keamanan cuka apel untuk dikonsumsi jangka panjang. Bahkan dalam banyak kasus, konsumsi cuka apel justru bisa semakin memperburuk nyeri dada karena kenaikan asam lambung (heartburn).

Maka itu, jika Anda mengalami sensasi panas pada ulu hati dan dada, sebaiknya hindari konsumsi cuka apel. Termasuk bagi Anda yang memiliki penyakit GERD, heartburn, maupun refluks asam dalam taraf yang ringan, sedang, atau parah.

Alih-alih menyembuhkan keluhan tersebut, cuka apel berisiko membuat maag kambuh atau malah memperparah rasa terbakar dan iritasi pada kerongkongan.thibbun nabawi

Artikel Lainnya