Ketahui Sejak Dini Penyebab dan Gejala Batuk Kering

Share on facebook
Share on pinterest
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Secara garis besar batuk dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu batuk kering dan batuk basah (berdahak). Batuk kering adalah batuk yang tidak disertai dengan adanya produksi lendir atau dahak sedangkan batuk basah adalah batuk yang disertai dengan adanya dahak atau sputum karena masalah yang timbul dari paru-paru seperti bronkitis, pneumonia, asma atau beberapa penyakit yang langka seperti kanker paru-paru.

Terkadang, orang yang menderita batuk kering akan merasakan adanya sensai nyeri atau mengganjal di tenggorokan. Yang lain mungkin merasakan sensasi menggelitik atau gatal sehingga merangsang batuk untuk menyingkirkannya, tetapi walaupun sudah batuk masalah tak kunjung lega.

Batuk karena tenggorokan gatal sering terlihat dalam kasus alergi. Terpapar asap rokok atau iritasi lainnya, atau mereka dengan sinusitis ringan dan infeksi virus pada saluran pernapasan bagian atas.

Penyebab Batuk Kering

Batuk ini dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, yang paling sering adalah:

  • Radang tenggorokan
  • Terhirupnya iritan seperti debu atau asap
  • Asma
  • Reaksi alergi

Selain itu, ada kondisi yang lebih serius yang dapat menimbulkan batuk kering, walaupun hal ini tergolong sangat langka seperti :

  • PPOK (penyakit paru obstruktif kronik)
  • GERD (gastro oesophagal reflux disease)
  • Penyakit jantung (dalam kasus yang jarang)
Jenis Batuk Kering

Batuk ini dibagi lagi menjadi tiga jenis yaitu:

1. Batuk Kering Biasa
Batuk biasa paling sering disebabkan oleh infeksi virus dari hidung dan tenggorokan. Di mana Anda akan mengalami batuk terus menerus dengan perasaan ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokan. Biasanya akan sembuh dalam 1 atau 2 minggu.

2. Batuk Menggonggong atau Croup
Batuk menggonggong atau croup – batuk yang begitu gigih dan sampai-sampai suaranya mirip dengan lolongan anjing, terutama terlihat pada penyakit laringitis (Pembengkakan atau infeksi pita suara). Ketika pasien batuk, ada rasa sakit di tenggorokan dan kesulitan bernafas.

3. Batuk Rejan
Batuk rejan – disebut juga dengan batuk 100 hari atau pertusis, yang disebabkan oleh bakteri. Saat ini kejadiannya sangat jarang karena adanya program imunisasi (DPT) yang dijalankan oleh pemerintah Indonesia. Kondisi ini biasanya hanya terlihat pada anak-anak. Ini adalah batuk di mana pasien batuk terus menerus, setelah itu ada suara teriakan karakteristik dan suara keras tarikan napas.thibbun nabawi

Artikel Lainnya