MENGENAL IMUNISASI SYAR’I BESERTA ASUPAN HERBANYA!

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Al-Hamdulillaahirabbil’aalamiin …

Kita akan membahas mengenai imunisasi syar’i. Apabila kita sudah tidak mau lagi menggunakan vaksinasi untuk anak kesayangan kita karena Allah, adakah tuntutan agama dalam upaya
meningkatkan imunitas dalam tubuh kita dan anak-anak kita?
Rasulullah SAW. memberikan kepada kita syar’iat perlindungan dan rahmat bagi alam semesta melalui risalah yang disampaikannya untuk melindungi diri, keluarga, dan seluruh umatnya dari setan dan virus-virus yang memudharatkan. Kewajiban kitalah untuk memberikan perlindungan anak-anak sesuai tuntunan yang diberikan Allah melalui Rasul-Nya, perisai menangkal anak sejak kandungan dari gangguan setan berupa imunisasi komprehensif agar terhindari dari kekufuran atau penentangan terhadap Allah SWT.
Pola pikir iblis adalah: mengutamakan jasmani dengan meng- abaikan rohani, artinya mengedepankan raga.
Imunisasi syar’i pada anak dilakukan agar akal, jiwa, dan raga mereka terlindungi. Bukan seperti: imunisasi fisik yang kita lakukan bagi bayi kita. Allah SWT. berulangkali menjelaskan bahwa musuh utama kita adalah: setan, bukan kuman, virus atau bakteri, sebagaimana Firman-Nya:
Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kalian mengikuti langkah- langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kalian. (Q.S. 2/Al-Baqarah:168)

Berikut adalah: cara-cara imunisasi syar’i.

Membaca Ta’awudz
Permohonan berlindung dari setan (jenis manusia dan jin) kepada Allah SWT. dengan meyakini dan mengakui kebesaran Allah dan menyadari betapa lemah dan tidak berdayanya kita dalam melawan setan.
Wahai anak cucu Adam! Janganlah sampai kalian tertipu oleh setan sebagaimana halnya dia (setan) telah mengeluarkan ibu bapak kalian (Adam dan Hawa) dari surga, dengan menang- galkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya. Sesungguhnya dia dan pengikutnya dapat melihat kalian dari suatu tempat yang kalian tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman. (QS. 7/Al-A’raaf: 27)

Setan sendiri berkata bahwa hanya dengan isti’adzah inilah manusia dapat selamat dariku (Tafsir Ibnu Katsir 2 hal. 107) karena menjadi diri yang terlindungi. Ikhtiarnya adalah: sesering mungkin dengan mengucapkan Masya Allah, La Haula wa La Quwata illa Billah. Ucapan ini mengingatkan kita untuk selalu sadar akan keberadaan dan pertolongan Allah SWT. Kita menyadari akan keterlindungan diri kita dan anak-anak hanya atas anugerah dan rahmat Allah SWT. Inilah komunitas yang terdiri dari pribadi-pribadi yang terjaga dan terlindungi dari setan.
Untuk itu, setiap suami-istri, hendaknya senantiasa berdoa agar menjadi imunisasi bagi anak-anak:

Do’a Saat Senggama dan Imunisasi dalam Kandungan:
“Ya Allah, jauhkan kami dari setan dan jauhkanlah setan dari anak yang akan Kau karuniakan kepada kami.”
keduanya (suami-istri) bermohon kepada Allah, Tuhan mereka
(seraya berkata), “Jika Engkau memberi kami anak yang saleh,

tentulah kami akan selalu bersyukur.” (QS. 7/Al-A’raaf:189)
“Ya Allah, Sesungguhnya aku memohon perlindungan bagi janin ini dan anak keturunannya kepada Engkau dari syaitan yang terkutuk.”

Inilah doa yang dibaca oleh Hanna, istri Imran setelah melahirkan Siti Maryam, (ibunda Nabi Isa AS). Dengan demikian, energi dan keberkahan doa terpancar pada Siti Maryam dan Nabi Isa AS.

Rasulullah SAW. bersabda:
“Dari seluruh anak yang dilahirkan, hanya ada 2 anak yang kala lahir setan tidak mampu mengganggunya, menusuknya, atau meninjunya sehingga ia lahir tanpa menjerit atau menangis, kecuali Maryam dan Putranya.” (HR. Ahmad, Bukhari, dan Muslim)

Doanya:
“Aku berlindung dengan kalimat Allah Yang Maha Sempurna dari kejahatan sesuatu yang Ia ciptakan (setan, hama, dan segala ‘ain yang berbahaya dan menakutkan).”

Doa ini ada nash dalilnya, karena selalu dibaca oleh Rasulullah SAW. untuk kedua cucu beliau: Hasan dan Husein. Doa ini juga pernah dibaca oleh Nabi Ibrahim AS untuk kedua putra beliau: Nabi Isma’il AS dan Nabi Ishaq AS. Untuk itu sangat dianjurkan agar doa ini selalu dibaca dan berulang-ulang oleh setiap ayah dan ibu. Jadikan doa ini termasuk rangkaian doa (dzikir) yang dibaca setiap pagi dan sore, serta dibaca menjelang tidur.

Imunisasi dan Asuransi Anak
Dan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak meng- ucapkan “Māsyā Allāh, lā quwwata illā billāh” (Sungguh, atas kehendak Allah, semua ini terwujud), tidak ada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah, … (QS.18/Al-Kahfi: 39)

Setiap anak punya keunggulan tetapi kita sering lupa saat kita menyaksikan keunggulan tersebut adalah: karena daya, kekuatan, dan izin Allah SWT. Sebagai bentuk kewaspadaan dan kehati- hatian, maka rahasiakan potensi unggul anak kita sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Yaqub AS, ketika Yusuf AS menceritakan mimpinya. Karena setiap kali kita mendapat nikmat, pasti ada orang lain yang merasa dengki. Selalu lindungi dengan berdzikir (sambil mengusap kepalanya) dengan mengingat dan menghayati bahwa semua potensi unggul, kelebihan, dan kekaguman terhadap anak kita datangnya dari sisi Allah SWT.
Dzikir tersebut tak ubahnya sebagai perlindungan dan asuransi terhadap jasmani dan ruhaninya. Dengan izin Allah, niscaya pertumbuhan, perkembangan, dan potensi anak kita senantiasa terjaga, terlindungi, berkembang, meningkat, dan tahan lama.

Mentahnik
Disunnahkan melakukan tahnik sejak bayi baru lahir dengan mengunyah kurma dan sejenisnya hingga lembut atau agak cair, kemudian kurma itu diambil dengan ujung jari dan disapukan ke langit-langit mulut sang bayi, yang dilakukan oleh orang soleh, ayah atau ibu sambil didoakan dan diberi nama. Hikmahnya adalah: menguatkan syaraf-syaraf mulut, tenggorokan, dan dua tulang rahang bawah dengan jilatan sehingga anak siap untuk mengisap air susu ibu.
Pada kurma, terdapat unsur-unsur vital yang dapat melindungi bayi dari penyakit dan menguatkan daya tahan tubuh yang telah didapatkannya dari Allah SWT. Dengan izin Allah, kurma sangat efektif membentengi tubuh dari beragam virus dan bakteri seperti: polio, TBC, campak, dan difteri.

Air Liur Orang Tua
Akan menambah ikatan cinta antara keduanya. Secara syar’iah, ditengarai meloloh bayi akan mampu menanamkan dan menguatkan

aqidah bayi sekaligus membangun kasih sayang tulus antara anak dan orang tua.
Sterilisasi Tempat Imunisasi
Rutinkan membaca:
“Aku berlindung dengan kalimat Allah Yang Maha Sempurna dari kejahatan sesuatu yang Dia ciptakan.”

Upayakan membaca doa ini serta 10 ayat surat Al-Baqarah di tempat tinggal kita, di setiap pagi dan sore. Sepuluh ayat surat Al- Baqarah terdiri dari: ayat 1-5, 163, 255, 284, 285, dan 286.

Imunisasi
Membutuhkan sinergi dan langkah-langkah berkesinambungan dan langkah memperbaiki diri di antaranya memberi nutrisi yang halal agar doa kita dikabulkan-Nya.
“Ya Allah, Ya Rab tempat kami bergantung. Kami memohon perlindungan-Mu, Ya Rab. Kami titip dan serahkan kepada-Mu agama kami, jiwa raga kami, keluarga kami, anak cucu kami, harta benda kami, dan segala sesuatu yang telah Engkau berikan kepada kami. Jadikan kami semua selalu dalam perlindungan- Mu, pengamatan-Mu, dan pemeliharaan-Mu dari gangguan setan yang jahat, penguasa yang lalim dan sewenang-wenang, pemicu penyakit ‘ain, dan pemilik kebusukan serta dari berbagai kejahatan yang ditimbulkan dari setiap pemilik kejahatan. Sesungguhnya Engkau Maha-Maha Pengabul Doa dan berkuasa atas segala sesuatu. Dengarkan dan kabulkanlah doa kami ini, ya Rab…”

Bagaimana dengan produk herba At-Taubah? Herba ini terdiri dari spirulina, temulawak, habbatussauda, dan madu. Yang sudah diracik dalam satu racikan adalah: Spirulinakid anak sholeh dan Kapsul Spirulina.
Cara mengkonsumsinya sebagai berikut:

• Bagi sang balita, minumlah tanpa air, satu ujung jari masukkan pada langit-langit mulut.
• Ambillah 1 kapsul bukalah cangkangnya dan minumkanlah tanpa air dengan dicampurkan
½ kapsul, pagi dan sore.

Biidznillah … Semoga kita termasuk umat yang menyiapkan generasi yang sehat dan halal. Aamiin …

Artikel Lainnya